Start of The Network Site

          Berawal dari situs jejaring, ada seorang cowok yaitu berusia 18 tahun yang bernama “Dias”. Dia adalah seorang cowok lulusan SMA favorit di kotanya yaitu Bandung. Hobby dia adalah bermain billyard, baseball, membaca komik, melukis, bermain segala macam alat musik (seperti gitar, piano, biola, dan drum), mendengarkan lagu diipod touch yang baru aja dibeli olehnya dan juga yang paling penting adalah dia seorang pengguna maniak situs jejaring. Contohnya aja situs jejaring yang selama ini dia gunakan setiap harinya adalah google, friendster, facebook, twitter, plurk, from spring, myspace, yahoo, yahoo messenger, kaskus, game online dan masih banyak lagi. Dan sudah hampir 4 tahun lebih Dias menggunakan situs jejaring tersebut. Mungkin pertemanan Dias sekarang dengan anggota pengguna situs lainnya sudah berkisar sebesar 2.000 orang lebih.

          Suatu seketika pada saat dia membuka friendster ada seorang cewek yang merequest dirinya dan otomatis Diaspun langsung mengaccept cewek tersebut. Cewek itu bernama “Monica”, tapi dia sering disebut oleh teman-temannya dengan sebutan “Momo”.
          Dias selalu mengupdate status apabila perasaannya sedang senang ataupun sedih, dan Momo selalu mengomentari semua status Dias atau yang lebih sering dikenal kita dalam dunia friendster adalah testi comment. Contohnya aja apabila Dias sedang marah akibat sering bertengkar dengan ayahnya dan pada akhirnya Dias mesti dikurung di dalam kamarnya sendiri, Momo selalu mengomentarinya dengan kata-kata lucu yang mungkin bisa membuat Dias tertawa dan nggak merasa kesal ataupun marah-marah lagi.
          Selain di friendster mereka juga berhubungan di situs lainnya seperti yahoo messenger. Disana kita dapat chatting dan secara tidak langsung kita bisa telepon-teleponan di chatting tersebut dan juga webcaman dengan teman chatting kita sendiri. Nah disanalah mereka bertukar nomor handphone. Sms dan telepon sering dilakukan setiap harinya oleh keduanya. Mereka berdua saling terbuka satu sama lain dan tidak pernah ada yang mereka tutup-tutupi sedikitpun. Dimulai dari hal-hal kecil yaitu bertukar pikiran dan sampai masalah percintaan mereka berdua.
Sudah 4 bulan lebih mereka menjadi teman baik dalam dunia maya. Dan pada akhirnya mereka sudah saling mengenali karakter masing-masing sifat yang dimiliki oleh kepribadian keduanya. Seperti halnya sifat kedua-duanya yang sama-sama egois, emosi yang masih labil dan nggak mau mengalah terhadap sesuatu hal yang terjadi ataupun apa yang mereka lakukan.
          Selama seminggu Momo nggak mengabari Dias dan menghilang begitu aja seperti api yang dibakar tak tahu siapa pembakarnya. Dias mengirim testi ke friendsternya, mengechat Momo di YM dan Momo sedikitpun nggak merespon apa yang sudah Dias lakukan. Dias berpikir dan berkata dalam dirinya sendiri,”Kenapa gue ngerasa kehilangan Momo dan mulai merasa nggak nyaman disaat dia nggak ada? Apa gue suka dia?”. Dan dari seminggu itulah kata-kata itu selalu terngiang di dalam diri Dias.
          Beberapa hari kemudian setelah kejadian yang terjadi pada Dias, tiba-tiba Momo muncul kembali dan memberikan kabar kepada Dias. Momo pun menelepon Dias dan berkata,”Maaf aku baru kabarin kamu sekarang”. Dan Dias menjawab dengan suara lesu,”Nggak apa-apa kok”.
          Momo merasa sangat bersalah kepada Dias, karena seminggu lebih dia menghilang secara tiba-tiba dan sedikitpun tidak memberikan kabar kepada Dias. Namun Momo tidak mungkin memberitahukan alasannya mengapa dia seperti itu, karena mungkin apabila Dias tahu pasti dia akan sangat marah karena telah dibohongi bahwa Momo telah mempunyai pacar dan pada saat ini sedang terkena masalah yang sangat besar. Dan setelah kembalinya Momo, Dias merasa lega dan senang bahwa tidak terjadi hal yang buruk terhadap Momo.
          Suatu saat Dias bersih keras ingin mengucapkan sesuatu hal yang dia rasakan selama ini kepada Momo, namun semua itu sangat susah sekali untuk diucapkan. Dias pun nggak tahu kenapa perasaan suka itu muncul disaat seperti ini. Dias berharap kalau Momo juga merasakan hal yang sama seperti yang sekarang dia rasakan terhadapnya. Dan setelah beberapa hari dia memendam perasaan tersebut, pada tanggal 18 November 2008 Diaspun mengungkapkan isi hatinya kepada Momo lewat telepon karena Dias belum siap untuk mengungkapkannya secara langsung secara face two face. Dan karena Momo sudah putus dengan pacar yang terdahulunya, ternyata Momopun merasakan hal yang sama juga terhadap Dias akhirnyapun Momo menerima cinta Dias.
Setelah mereka pacaran mereka berdua sangat bahagia dan senang. Setiap hari setiap jam setiap detik mereka selalu mengucapkan kata sayang. Dalam hubungan mereka, keduanya memiliki nama panggilan sayang masing-masing yaitu Dias memanggil Momo dengan panggilan sayang yaitu ”Bunda” dan Momo memanggil Dias dengan panggilan sayang yaitu ”Ayah”.
Pada tanggal 18 Desember 2008 Dias dan Momo merayakan 1 bulanan mereka berdua dan kedua-duanya berkata,”Happy 1 Month Anniversary sayang”. Dias dan Momo mempunyai hadiah masing-masing buat 1 bulanan mereka, akan tetapi mereka belum sempat bertemu. Namun hebatnya itu nggak mempengaruhi rasa sayang yang mereka telah bangun selama sebulan lalu.
Bulan demi bulan telah berlalu. Dalam hubungan mereka sampai saat ini mereka belum juga bertemu karena kesibukan masing-masing yang notabenenya secara nggak diketahui Momo Dias sibuk dengan pengobatannya di RS milik omnya yang berjuang untuk tetap hidup dan Momo yang masih bersekolah di SMA di Bogor. Akan tetapi Momo yang hanya seorang cewek biasa dia juga ingin merasakan pacaran secara nyata, pacaran yang bisa jalan bareng, nonton bareng, makan bareng dan lain-lain. Namun sampai saat ini itu semua belum terwujud.
Pada saat Momo sedang belajar di sekolahnya, tiba-tiba ada seseorang yang tidak dikenal menelepon dan memberitahukan Momo bahwa ada yang disembunyikan Dias selama pacaran dengannya. Secara tidak langsung Momo bertanya kepada seseorang yang nggak dikenalnya itu,“Apa yang disembunyiin Dias dari gue?“ dan seseorang itu menjawab,“Selama ini Dias sakit. Sudah 4 tahun Dias mengidap penyakit kelainan sel otak. Dan setiap minggunya Dias harus melakukan terapi di RS tanpa sepengetahuan lo, dan itu semua karena supaya dia bisa tetap bertahan hidup“. Setelah mendengar jawaban dari seseorang yang nggak dikenal itu, Momo diam terpaku dan tiba-tiba air matanya jatuh dengan sendirinya. Teman-temannya bertanya-tanya mengapa Momo tiba-tiba menangis.
          Sesampainya Momo di rumah momo langsung menelepon Dias, namun telepon tersebut sama sekali nggak diangkat karena Dias sedang melakukan terapi. Sepulang dari terapinya Dias langsung menelepon balik Momo yang pada saat itu masih aja menangis akibat kenyataan yang sebenarnya, yang sedang dialami oleh Dias. Dias berkata,“Ada apa bunda? Kok telepon aku sampai 41 kali gitu sih?“ Momo pun menjawab dengan suara tersedu-sedu,“Apa yang kamu sembunyiin dari aku selama ini? Apa yang dibilang orang itu benar, kalau kamu sakit? Kalau kamu nyembunyiin penyakit kamu dari aku? Kamu mengidap kelainan sel otak iya kan? Kenapa kamu bohongi aku? Kenapa kamu nggak jujur sama aku As? Apa salah aku sama kamu?“. Dias terdiam akan pernyataan yang terucap dari mulut Momo tadi bahwa Momo akhirnya mengetahui penyakit yang selama ini diidap oleh Dias.
          Selama bertahun-tahun Dias merahasiakan penyakit yang diidapnya dari Momo. Dalam dirinya Dias sangat marah karena ada seseorang yang lancang telah memberitahukan penyakitnya ini kepada Momo. Momo menangis kembali setelah mendengar jawaban Dias yang berkata,“Iya aku sakit, aku mengidap penyakit kelainan sel otak ketika aku masih duduk di kelas 3 SMP. Kamu pasti bertanya kenapa aku belum ketemuin kamu juga sampai saat ini, iya kan? Karena selama ini aku terus terapi, aku berjuang supaya aku tetap bisa bertahan hidup dan itu semua untuk kamu. Aku mempunyai alasan yang kuat kenapa aku merahasiakan dan nggak bilang ataupun jujur sama kamu tentang penyakit aku ini, itu semua karena aku nggak mau kamu kasihanin aku karena setelah kamu melihat kondisi aku yang semakin hari semakin memburuk ini, aku nggak mau melihat kamu menangis setelah kamu melihat kondisi aku yang seperti ini, aku nggak mau menyakiti kamu dan itu semua yang aku takutin selama ini”. Momo pun menjawab alasan Dias dan berkata,”Kenapa kamu berpikir seperti itu? Kamu egois, kamu terlalu memikirkan diri kamu sendiri dibanding aku. Apa kamu nggak memikirkan semua orang yang di sekeliling kamu, orang-orang yang begitu sangat sayang menyayangi dan mencintai kamu? Dengan cara kamu yang seperti ini merahasiakan tentang penyakit kamu kepada orang yang kamu sayang itu salah besar. Dengan cara itu kamu telah menyakiti semua orang yang kamu sayang dan contohnya aku Dias. Disaat terjadi sesuatu sama kamu dan aku nggak mengetahuinya apa kamu pikir kamu nggak menyakiti aku dan nggak membuat aku menangis? Kamu salah besar Dias. Aku menerima kamu apa adanya mau dalam kondisi apapun, aku nggak peduli kamu mau bagaimanapun sekarang karena aku menyayangi dan mencintai kamu lebih dari diri aku sendiri dan aku nggak mau kehilangan kamu. Jadi aku minta tolong jangan membohongi aku lagi karena itu akan membuat aku lebih sakit untuk kedua kalinya lagi”.
          Setelah rahasia itu terbongkar mereka pada akhirnya menjalani pacaran mereka kembali yang beberapa saat sempat terganggu oleh suatu masalah. Namun Dias tetap menyembunyikan dan menahan rasa sakitnya yang dia alami di belakang Momo. Akan tetapi Momo mengetahui semua itu tanpa Dias sadari karena telepon yang setiap harinya mereka lakukan suara Dias tidak seperti biasanya. Suaranya seperti sedang menahan rasa sakit dan Momo berkata,”Kamu nggak boleh menyembunyikan rasa sakit kamu di belakang aku, karena aku tahu sekarang kamu sedang merasa kesakitan kan? Mulai sekarang bagian manapun atau apapun kamu merasa ada yang sakit kamu harus bilang sama aku ya sayang, supaya aku juga merasakan penderitaan yang kamu alami sekarang. Karena aku nggak mau kamu merasa kesakitan kamu itu sendirian”.
Ketika Dias mendengar semua yang diucapkan Momo terhadapnya ditelepon tadi, Dias merasa senang dan sangat bahagia karena orang yang dia cintai sekarang adalah seorang cewek yang begitu sangat sempurna yang telah diberikan oleh Allah SWT terhadapnya. Namun akan tetapi, Dias begitu sangat malu karena dia menjadi seorang cowok yang lemah tak berdaya, berpenyakitan, dan satu yang paling penting adalah nggak bisa membahagiakan orang-orang di sekelilingnya yang menyayanginya terutama Momo.
          Setiap malam Momo selalu terbangun karena dia selalu memimpikan Dias sedang terbaring sakit dan lemah di dalam kamarnya dan pada saat itu pun Momo selalu menangis memikirkan Dias yang tidak lain adalah seorang cowok yang benar-benar sangat dia cintainya.
          Suatu hari Dias bercerita kepada Momo dan berkata,”Bunda kemarin malam aku mimpi dan dimimpi aku itu aku melihat ada nama aku yang tercantum dalam batu nisan di suatu pemakaman disana entah dimana aku nggak tahu. Dan setelah itu keysha (adik Dias) dan eyang putri datang menghampiri aku dan mengajak aku untuk ikut dengan mereka, itu maksudnya apa ya bunda aku nggak ngerti?”. Lalu Momo menjawab dalam keadaan menangis,”Udah ya ayah cukup, bunda nggak mau dengar ayah cerita kaya gitu lagi dan bunda juga nggak tahu maksud dari mimpi ayah itu apa”. Setelah menjawab pertanyaan Dias, Momo tiba-tiba langsung menutup teleponnya. Dias pun terkejut akan sikap Momo yang tiba-tiba menutup teleponnya setelah mendengarkan cerita tersebut.
          Di rumah, di sekolah, dan dimana pun Momo sedang beranjak, Momo tidak hentinya menangis dan teman-temannya seperti Putri, Ayu, Denis merasakan ada hal yang aneh terhadap temannya tersebut. Salah satu dari mereka pun akhirnya bertanya kepada Momo dan berkata,”Mo kamu kenapa sayang? Kenapa akhir-akhir ini kamu selalu menangis? Kamu ada masalah ya? Oh aku tahu apa jangan-jangan semuanya ini ada hubungannya sama Dias? Dias nyakitin kamu? Kamu cerita dong sama kita-kita ya?”. Momo menjawab dan menjelaskan semuanya terhadap teman-temannya tersebut,”Iya semua ini ada hubungannya sama Dias. Dias sakit, ada kelainan sel otak di otaknya Dias. Selama ini aku mencari informasi tentang penyakit itu dan kalian mau tahu hasil yang aku dapat itu apa? Penyakit itu menyerang dan menyebabkan gangguan sistem motorik dan pergerakan tubuh, ketidakmampuan dalam berkomunikasi, trauma atau kerusakan batang otak, ketidakmampuan dalam berbicara, keterbelakangan mental, autism, gangguan kejiwaan, kelumpuhan, ketidakmampuan berpikir atau mengingat, dan kerusakan atau kematian sebagian otak. Sewaktu-waktu Dias bisa aja nggak mengenali aku dan lupa semuanya termasuk orang tuanya sendiri. Itu semua yang aku takutin apabila semua itu terjadi sama Dias. Aku sayang banget sama Dias, aku nggak mau kehilangan Dias”. Disana Momo terus menangis dan menangis. Putri, Ayu, dan Denispun akhirnya merasakan juga kepedihan yang sedang dialami oleh Momo sekarang.
Suatu seketika Dias berkata kepada Momo,”Bunda kalau suatu saat nanti aku benar-benar pergi bunda harus janji sama aku, bunda nggak boleh sedih ataupun menangis ya, bunda harus kuat, bunda harus lanjutin hidup bunda, dan satu lagi bunda mesti cari pengganti aku ya walaupun sakit buat aku nerimanya, tapi aku bakal lebih bahagia dan senang kalau bunda dapatin pengganti aku yang benar-benar sayang sama bunda lebih dari aku, oke bunda?”, Dias tersenyum dan air matanya pun tiba-tiba jatuh setelah mengucapkan kata-kata itu. Momo tidak mempedulikan semua perkataan yang diutarakan oleh Dias karena yang selama ini dia inginkan adalah diri Dias seutuhnya bukan orang lain.
Pada tanggal 1 November 2009 Momo berulang tahun yang ke-17 tahun. Dias pun mengucapkan tepat pukul 00.00 dan berkata,"Happy Birthday bunda sayang, wish you all the best ya dan paling penting kamu tambah sayang dan cinta sama aku hehehe". Momo pun menjawab,"Iya sayang terima kasih ya, kalau tambah sayang dan cinta itu pastinya dong". Di hari itu suasana perasaan Dias dan Momo sedang berseri-seri dan nggak ada sedikitpun kesedihan yang dipancarkan oleh keduannya. Dan tiba-tiba Dias menyanyikan dua lagu favoritnya yaitu dari ”The Red Jumsuit Apparatus - Your Guardian Angel I will never let’s you fall. I’ll stand up with you forever. I’ll be there for you through it all. Even if saving you sends me to heaven dan Dewi Lestari – Malaikat Juga Tahu Hampamu takkan hilang semalam oleh pacar impian. Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna. Tapi siap untuk diuji. Ku percaya diri cintakulah yang sejati”, karena hadiah yaitu pop up yang dibuatnya semalaman suntuk itu nggak bisa diberikan secara langsung kepada Momo. Dalam suasana saat itu, Momo membayangkan betapa bahagiannya ia sedang berada dipelukkan Dias yang sangat hangat dan dikecupnya keningnya oleh Dias yang seakan-akan bayangan itu seperti nyata dalam kehidupannya.
 Suatu hari setelah ulang tahun Momo berlalu, Dias tiba-tiba terpikat pada sosok cewek manis, tinggi, dan berponi. Cewek itu bernama Khalda dan tidak lain dia adalah kakak kelas dari sepupunnya yang bersekolah di Bogor.
Selama 1 bulan lebih mereka saling kenal tanpa sepengetahuan Momo. Sms dan telepon pun sering dilakukan oleh Dias dan Khalda sama seperti apa yang sering dilakukan Dias dan Momo setiap harinya.
Dias tiba-tiba termenung akan hubungannya dengan Khalda yang semakin hari semakin romantis, namun itu semua nggak ada status apa-apa. Diaspun bertanya pada dirinya sendiri dan berkata,”Kenapa gue ngerasa ada yang aneh sama hubungan gue sama Khalda? Kenapa gue ngerasa nyaman banget sama dia dibandingkan sama Momo? Apa gue jatuh cinta sama Khalda?”, tanpa disadari Dias adalah tipe cowok yang gampang buat jatuh cinta sama seseorang.
Dias dan Khalda kedua-duanya sudah saling mengetahui satu sama lain bahwa mereka berdua sudah mempunyai pacar masing-masing, akan tetapi mereka berdua nggak mempedulikan hal tersebut karena hati kedua-duanya telah dibutakan oleh cinta.
Keesokann harinya, Dias menjemput Khalda di sekolahnya tanpa sepengetahuan Momo. Mereka berdua menghabiskan waktu berdua seperti nonton bareng, makan bareng, ya pokoknya jalan-jalan hingga malam hari. Dan tiba-tiba Khalda berkata,”Untuk hari ini aku seneng banget, semoga aja hari-hari seperti ini terus berlanjut ya? Oh iya aku sudah putusin Raka dan itu semua buat kamu loh. Aku boleh minta sesuatu kan sama kamu?”. Dias terkejut dan menjawab,”Apa? Kamu serius? Kamu mau minta apa dari aku?”. Khalda berkata,”Aku kan sudah putusin Raka buat kamu, sekarang gantian dong kamu mau kan putusin Momo juga buat aku?”. Dias pun menjawab kembali dengan tersenyum,”Iya aku mau kok, kamu tenang aja ya”.
Pada saat itu Dias tidak langsung memutuskan hubungannya dengan Momo, akan tetapi Dias menggantungkan hubungannya itu dengan Momo. Dan akhirnya Dias dan Khalda berpacaran tanpa sepengetahuan Momo.
Selama 2 bulan lebih Dias dan Khalda berpacaran dan Dias menggantunggkan hubungannya dengan Momo. Betapa menderitanya Momo yang ditipu mentah-mentah oleh Dias.
Suatu hari ketika sepulang dari sekolah Momo mendapatkan message dari account Ym-nya. Message itu berisikan tentang perilaku Dias selama 2 bulan terakhir ini. Momo tidak percaya akan message tersebut yang bilang bahwa Dias selama 2 bulan terakhir ini ada main dengan seorang cewek dan berselingkuh di belakangnya, namun Momo nggak mengetahui siapa cewek itu. Momopun menangis semalaman karena telah ditipu oleh Dias. Dan akhirnya Momo mengetahui kenapa selama 2 bulan terakhir ini Dias bersikap sangat aneh dan sama sekali nggak menghubunginya.
Keesokan harinya, Dias yang seharusnya mengSMS Khalda malah mengirim kepada Momo. Momopun semakin curiga dan sangat percaya akan message yang telah dikirim oleh orang tak dikenal itu.
Tiba-tiba Momo menelepon Dias sambil menangis dan berkata,”Udah puas bohongin gue? Udah puas tipu gue As? Khalda...Khalda yang udah bikin sikap lu berubah total sama gue sampe-sampe lu berani bohongin gue lagi hah? Apa sih salah gue As? Apa? Gue capek, mulai sekarang semuanya terserah lu ya. Gue nyerah, maaf kalo selama ini gue salah”, Diaspun terkejut akan pernyataan yang telah diucapkan oleh Momo tadi. Dias menjawab dengan terbata-bata,”Emmm...maksud kamu apa sih? Maaf aku nggak ngerti sama apa yang kamu baru omongin tadi”. Dan seketika Momopun menutup telpon tersebut.
1 hari, 2 hari, 3 hari dan seterusnya selama seminggu Momo nggak memberi kabar kepada Dias. Dias merasa sangat bersalah kepada Momo sama apa yang telah dilakukannya itu. Sms atau telpon nggak pernah direspon oleh Momo.
          Suatu hari Dias bercerita pada mamanya masalah yang sedang terjadi dalam hubungannya dengan Momo. Pada akhirnya mama Diaspun yang turun tangan menyelesaikan masalah mereka berdua. Dan karena sayangnya yang terlalu besar kepada Dias, Momopun memaafkan kesalahan yang telah diperbuat oleh Dias kemarin itu. Akan tetapi hati kecilnya berkata,”Sebesar apakah sayangnya Dias terhadap Khalda? Mengapa Dias sampe rela ngorbanin hubungan gue buat dia? Kenapa Dias dengan gampang bisa bertemu Khalda sedangkan gue nggak bisa?”, sambil menangis.
Sehari setelah Dias dimaafkan oleh Momo, tiba-tiba efek dari penyakit Dias satu per satu mulai muncul. Contohnya saja gangguan sistem motorik dan pergerakan tubuh Dias mulai menurun dan melamban, lalu ketidakmampuan Dias dalam berpikir atau mengingat dimulai dari hal yang paling kecilpun sudah nggak bisa. Akan tetapi, semua itu disembunyikan rapat-rapat oleh Dias.
          Beberapa hari kemudian Momo menelpon Dias dan dalam kondisi terbaring lemah yang ditutupinya oleh selimut yang hangat itu Dias nggak mampu untuk mengambil ataupun mengangkat telepon itu. Lalu Dias memanggil mbak untuk mengambil dan mengangkat teleponnya itu. Dan tiba-tiba dalam pembicaraan antara Momo dan Dias, Dias berkata dengan suara terbata-bata yang sangat lemah,”Iya, maaf ini siapa?”. Momo sangat kaget mendengar pertanyaan Dias yang diberikan kepadanya itu dan menjawab,”Sayang kamu kenapa? Ini aku Momo pacar kamu. Kamu nggak kenapa-kenapa kan?”.
          Peristiwa itupun berlalu sudah. Momopun menelepon mamanya Dias karena ingin mengetahui kebenaran apa yang sedang terjadi dengan kondisi Dias saat  ini dan berkata,”Tante aku mau tanya sesuatu, tapi tolong tante jangan bohongin Momo. Apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan kondisinya Dias? Mengapa kemarin sewaktu aku telepon Dias, Dias nggak mengenali aku ? Dias bilang aku ini siapa? Dias kenapa tante? Ada apa dengan Dias? Tolong semuanya jelasin sama aku”. Mama Diaspun menjawab dengan tegas,”Sayang...kamu pasti sudah mencari tahu tentang penyakit yang diidap oleh Dias. Semuanya sudah jelas, efek dari penyakit itu mulai bereaksi. Kedua tangan dan kaki Dias sudah mulai sulit untuk digerakkan dan kemampuan daya mengingat Dias semakin menurun. Bukan kamu saja yang tidak diingat oleh Dias, bahkan tante adalah ibu kandungnya yang sudah melahirkannya dia tidak mengenali tante. Untuk tidak terus-menerus seperti itu, tante dan papanya Dias sudah sepakat berniat untuk membawa Dias besok berobat ke Singapura. Tante sangat yakin Dias akan sembuh apabila berobat disana. Kamu nggak perlu khawatir ya, tante pastikan setelah Dias sembuh Dias akan langsung menemui kamu”. Namun Momo hanya tersenyum terdiam.

          Keberangkatan Dias dan keluargannya ke Singapura itu pukul 08.45 WIB. Dan beberapa jam kemudian mereka telah tiba di Singapura dan langsung melarikan Dias ke RS. Pada tanggal 2 Januari 2010 pukul 15.15 Dias bersiap-siap untuk melaksanakan operasi pertamanya untuk penyembuhan penyakitnya itu. Dan tiba-tiba operasi tersebut mengalami sedikit masalah dan menyebabkan Dias mengalami kritis dan koma yang berkepanjangan selama 3 hari.
          Momo merasa cemas, khawatir, dan takut apabila sesuatu terjadi dengan kondisi Dias yaitu orang yang sangat dicintainya. Dan Momopun berdo’a selalu untuk kesembuhan pacar terkasihnya itu.
Namun semua harapan itu pupus sudah, akhirnya pada tanggal 5 Januari 2010 pukul 09.15 Dias meninggal dunia untuk selama-lamanya dan Dias tidak mungkin untuk kembali lagi ke dalam dunia ini. Momo menangis dan terus menangis tidak bisa menerima kabar yang menyatakan bahwa Dias telah pergi oleh kedua orang tuanya itu. Momo mengalami depresi yang sangat berat atas kepergian Dias, seorang laki-laki yang telah membuatnya benar-benar sangat mencintainya dan tidak ingin kehilangannya. Momo tidak mau berbicara, makan, minum dan lain-lain. Hanya melamun dan menangis saja yang bisa ia kerjakan. Mungkin sampai detik inipun Momo masih sangat mengharapkan bahwa Dias masih hidup di dunia nyata bersamanya.


Oleh,
W.R.Tamami

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar